saya agaknya sudah menyadari kalau saya masih sangat amatiran. ide yang saya buat masih payah, teori-teorinya pun belum saya kuasai, dan parahnya saya jarang praktek. absurd ya? i'm talking about something that i interested in. if you want to know, just check out interests box on my blog's profile or Facebook's info.
postingan kali ini masih berhubungan dengan postingan sebelumnya. kompetisi itu akhirnya telah memasuki tahap akhir, awarding night. perasaan saya seperti awan yang ingin mencurahkan hujan ketika si jawara disebutkan namanya. hingar bingar musik, tarian atraktif, kemeriahan penonton, dan kerlap-kerlip lampu sorot tetap tidak mampu menggugah hati saya yang kelabu.
saya selalu mencoba memotivasi diri saya sendiri dengan menggumamkan kalimat-kalimat klise: masih banyak kesempatan, kegagalan adalah awal keberhasilan, belajarlah dari pengalaman dan masih banyak lagi. klise memang namun cukup membantu meski tidak banyak.
setelah penyerahan trophy dan hadiah, para finalis malah keluar dari bangku penonton. pergi entah ke mana. mengapa saya tetap bertahan meski kelabu? saya ingin sekali menyaksikan penampilan langsung The Trees and The Wild (TTATW). Band indie yang selama ini hanya saya dengarkan albumnya tanpa tahu wajah-wajah mereka. saya memang agak tidak peduli dengan personil band yang saya sukai lagunya. saya hanya mengapresiasi musik mereka. ternyata wajah-wajah mereka rupawan. hihihi
sambil menunggu penampilan mereka, saya membeli merchandise TTATW berupa kaos bertuliskan nama band mereka. setelah itu saya duduk di sisi kiri panggung. tempatnya agak gelap karena di luar tempat duduk penonton utama. tidak lama kemudian, segerombolan orang datang. saya agak sulit mengenali mereka. mereka duduk tepat di samping saya. saya mecoba mengingat-ingat, seperti pernah melihat. yap, ternyata mereka adalah para finalis itu. saya menimbang-nimbang untuk membuka percakapan, akhirnya saya beranikan diri. saya membuka percakapan mengenai acara tersebut yang merupakan acara puncak dari rangkaian seminar, workshop, kompetisi, dan pemutaran film selama tiga hari sebelumnya. kemudian berbincang-bincang mengenai kompetisi yang sama-sama saya dan mereka ikuti, CreAdtive.
berbincang-bincang dengan mereka yang ramah dan jahil mampu mengusir awan-awan kelabu yang menggelayuti hati saya. kebanyakan mereka adalah mahasiswa tingkat akhir (pantas saja mereka hebat, gumam saya dalam hati) dan saya adalah mahasiswa tingkat pertama yang jurusannya pun jauuuhh berbeda dari apa yang saya minati. sepertinya saya telah melakukan kesalahan besar untuk merasa payah sekali.
kata-kata klise yang ampuh kembali mampir ke benak saya:
- masih banyak kesempatan
pasti! karena masih ada Caraka, Pinasthika, BG, dan CreAdtive tahun 2011.
- kegagalan adalah awal keberhasilan
Edison telah mencoba ratusan cara untuk menyalakan lampu sedangkan saya baru satu kali. Kini, Edison dikenang sepanjang masa.
- belajarlah dari pengalaman
pengalaman bukan seperti pengetahuan yang diajarkan di kelas. ia menempa tanpa ampun,dan memberi makna tanpa terlupa untuk membangun kehidupan kita.
cheers! :)
Caraka telah meminta api. Burn Your Box!
usah putus asa. minjem slogannya radio anak muda: mumpung masih muda, kudu kreatif, gesit dan sedikit jujur :D. sedikit jujurnya jangan diikutin yah.
BalasHapusjangan terpaku dengan ini: "mereka adalah mahasiswa tingkat akhir (pantas saja mereka hebat, gumam saya dalam hati)". saya punya temen di yogya cerita: 'gila masak adik kelas gw, lulus juga belom, udah jadi creative director.' manteps kan.
so, burn the box :D