Kamis, 21 April 2011

Terror: Keepers of The Faith Tour (sebuah perjuangan di awal kebangkitan)


sebuah band hardcore yang berasal dari negeri Paman Sam mampir ke Indonesia untuk kedua kalinya. sebelumnya mereka menyambangi tanah Parahyangan dua tahun silam. tahun ini mereka memuaskan hasrat penggemar mereka di tiga kota besar Indonesia, yaitu Medan, Jakarta, dan Bandung. tur mereka yang bertajuk Keepers of The Faith ini dipromotori oleh tiga promotor yang berbeda di tiap kota, khusus untuk kota Jakarta, Wordaholic Media (saya dan teman-teman kontributor) mendapatkan kesempatan untuk meliput perhelatan musik mereka meski dengan penuh perjuangan dan rintangan yang menghadang yang akan saya ceritakan dalam postingan kali ini.

Wordaholic Media sendiri adalah sebuah media yang lahir di Bekasi, sempat mati suri untuk beberapa tahun, dan bangkit dari kuburnya di awal tahun 2011 ini. awalnya kami ingin meliput Carnifex, band deathcore yang Januari lalu mampir ke Bekasi. akan tetapi, persiapan kami yang masih kurang menghadang niat kami tersebut. kebetulan Terror akan datang bulan Maret, saya pun memiliki teman yang menjadi panitia dalam acara tersebut. untuk membeli domain, hosting, dan merancang desain untuk halaman website membutuhkan waktu yang cukup lama. terlebih lagi kami harus mengkonsep ulang format Wordaholic yang dulunya newsletter cetak menjadi format webzine yang lebih kekinian. kami nekat bergabung dengan Wordpress untuk memuat sementara tulisan-tulisan kami. bermodalkan koneksi dan negoisasi, kami berhasil mendapat izin untuk meliput Terror Fest di bulan Pebruari, pre event konser Terror yang berlokasi di Depok dan menampilkan band-band hardcore maupun punk rock lokal.


setelah mendapat izin liputan Terror Fest, kami pikir kami juga mendapatkan izin untuk meliput acara utama. sangat disayangkan, nasib tidak mengatakan demikian. teman saya bilang kalau dia hanya bisa kasih freepass untuk Terror Fest saja, untuk acara utama tidak bisa. saya sendiri sebenarnya tidak apa-apa, yang sangat saya sesalkan adalah pemberitauan dari pihak panitia yang mendadak. karena saya pikir Wordaholic Media akan meliput Terror di bulan Maret, saya pun menghubungi teman saya yang merupakan fotografer (Wordaholic belum punya kontributor fotografer), yaitu Buke. Buke mengiyakan ajakan saya untuk jadi seksi dokumentasi Wordaholic di konser Terror. tepat satu hari setelah Buke mengiyakan ajakan saya, panitia membatalkan kerja sama kami. saya kecewa. saya maklumi kalau media ini memang masih kecil, masih numpang di Wordpress pula.

kadung sudah mengajak Buke, saya mencoba negoisasi lagi. akhirnya ada jalan keluar lain yang membutuhkan usaha lebih keras. kami menjadi street team, kelompok yang membuat booming acara ini (begitu kata mereka). saya pun nyampah di Twitter Wordaholic dan juga di Facebook saya dengan share link Wordaholic di wall teman-teman saya. selain itu, teman-teman yang lain menempel pamflet acara di wilayah Bekasi. (jadi maaf untuk teman-teman saya di Twitter maupun Facebook yang merasa risih dengan publikasi acara Terror di timeline maupun home kalian, sungguh saya minta maaf).

usaha kami tidak berujung sia-sia. acara yang digelar, Jumat, 11 Maret 2011 ini berhasil kami liput. Wordaholic mendapatkan freepass meskipun dalam bentuk street team, bukan freepass untuk media. ya itu pun sudah puji syukur, jadi saya tidak perlu membatalkan kerja sama saya dengan Buke. saya pun mengikuti kuis yang ada di radio kampus untuk mendapatkan tiket lebih kalau-kalau freepass tidak kami dapatkan. yang ada malah kelebihan tiket, dan akhirnya saya buat kuis di Twitter Wordaholic. saya senang bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain :) . ini dia salah satu fans Terror yang beruntung mendapatkannya.


fans Terror datang dari berbagai penjuru menuju Viky Sianipar Music Centre yang terletak di daerah Manggarai. acara dimulai setelah maghrib usai, band-band lokal membuka acara ini dengan semangat membara membakar adrenalin hardcorekids yang datang. ini dia deretan band-band pembuka tersebut Final Attack, Enemy of Judas, Death Olympia, Brave Heart, Thinking Straight, Outright (Bandung), dan yang datang jauh-jauh dari Yogyakarta, yaitu Serigala Malam. tidak hanya Serigala Malam yang menempuh perjalanan panjang, MC acara ini juga harus menyebrangi pulau di mana tempat tinggalnya demi acara ini. Rian Pelor dari Palembang, Sumatera Selatan, berhasil membuat suasana cair malam itu. tidak hanya membicarakan acara ini beserta media dan sponsor pendukungnya saja, komentar-komentar terhadap situasi dan kondisi pemerintahan negeri ini juga dibahas oleh beliau di atas panggung. komentarnya tersebut mampu mengundang gelak tawa penonton yang sedang menunggu performer selanjutnya.


jujur, saya tidak tahu menahu mengenai Terror sebelumnya. akan tetapi, mereka yang datang sudah dipastikan hafal akan lirik-lirik lagu berisikan kritik pedas untuk pemerintah yang dibawakan Terror malam ini. penonton bernyanyi bersama Scott Vogel, kali ini tanpa barikade. hanya ada panitia-panitia yang siap siaga di bibir panggung untuk menjaga kalau-kalau ada penonton nakal yang ingin berlama-lama di atas panggung. moshing dan body surfing menjadi pemandangan indah malam itu, ditambah dengan lingkaran manusia yang menikmati segala instrumen musik yang dipersembahkan Terror untuk mereka. saya terkagum-kagum dengan circle mosh yang hardcorekids buat. that was awesome, guys! sepertinya sang gitaris juga ingin berada dalam genggaman tangan-tangan penonton, ia pun menceburkan diri dalam lautan penonton dari tempat yang cukup tinggi, yaitu sound system yang ada di samping panggung. sungguh aksi panggung yang bisa dibilang nekat. malam yang membahagiakan bagi para hardcorekids ditutup dengan Keepers of The Faith. meski ada beberapa orang yang berduka karena mereka kehilangan dompet maupun telepon genggam ketika acara berlangsung (kebanyakan ketika band pembuka tampil). usai sudah pagelaran hardcore show malam itu, teriakan 'We want more!' tidak dihiraukan, sama seperti larangan untuk tidak merokok di dalam venue yang dihimbau panitia.



terima kasih untuk panitia yang memberikan Wordaholic Media untuk meliput acara ini. terima kasih juga untuk kedua fotografer yang telah merelakan waktu dan kartu memori kamera kalian dengan aksi-aksi moshing dan body surfing. mengapa saya bilang kedua? tanpa disangka Buke mengajak teman fotografernya, Agung, untuk ikut serta dalam dokumentasi kali ini. untungnya saya mendapat freepass lebih. oia, Agung sempat kena sikut penonton yang terlalu bersemangat ber-mosh ria, hingga sedikit darah keluar dari mulut Agung. maafkan ya, Gung.. terima kasih uga untuk rekan kerja saya, Sonnie yang membuat liputan resmi Terror untuk Wordaholic. semoga ke depannya Wordaholic Media menjadi lebih baik!!!

liputan Wordaholic Media dan foto-foto yang lebih banyak di Terror Keepers of The Faith Tour bisa dibaca di sini. Foto-foto dihasilkan oleh Buke (untuk yang BW, pemenang kuis) dan Agung.

it's me. Cheers!
(photo by Buke)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar