dalam rentang waktu Januari - Februari, saya bersama dengan teman-teman SMA saya kembali melahirkan lagi sebuah media yang dulu pernah tercekal dan vakum untuk beberapa tahun, yaitu Wordaholic. dulu, Wordaholic merupakan sebuah selebaran yang berisikan info-info musik yang diedarkan di daerah Tambun-Bekasi. selain musik, Wordaholic juga memiliki edisi pelajar yang dikhususkan untuk SMA kami waktu itu. akan tetapi, karena beberapa hal dan lainnya, Wordaholic edisi pelajar harus dihentikan peredarannya.
saat ini, kami kembali dengan format baru. dalam bentuk blog yang sudah pasti lebih hemat biaya karena tidak lagi harus mencetak ratusan kertas dan membagikannya. untuk mengisi edisi pertama, saya kebagian tugas untuk mewawancarai Sunset Groove, meskipun daftar pertanyaannya berasal dari si Chief Editor of Wordaholic. mungkin masih jauh dari yang namanya bagus, tapi dibaca dulu aja ya! need your comment, guys!
(dari kiri ke kanan, Tetsu, Salman, Izqie, Rio, Bandoro)Sunset Groove, sebuah band yang beraliran alternative pop rock ini sudah hampir empat tahun melanglang buana di belantika panggung indie Jabodetabek. Panggung-panggung kompetisi sampai pensi pernah mereka singgahi. Beberapa prestasinya adalah Runner Up Winner of “Accoustic Across 2007” yang diikuti lebih dari 100 band, masuk ke dalam 3 besar mewakili kota Depok dalam Final Regional A Mild Live Wanted 2008 yang akhirnya menjadi 15 besar A Mild Live Wanted 2008 regional Jabodetabek, dan menjadi juara 3 Road to Axis Jazz Stars Band Competition 2009
Sunset Groove terdiri dari lima orang personil, yaitu empat jejaka dan satu wanita sebagai vokalis; Bandoro (gitar), Tetsu (bass), Salman (gitar), Rio (drum), dan Izqie (vokal). Izqi merupakan pengganti vokalis yang sebelumnya, yaitu Febi yang keluar karena perbedaan visi misi di awal 2010 kemarin. Padahal, dengan Febi sudah merekam 10 lagu dan 2 video klip untuk lagu Ku Ingin Kau Tahu. Ku Ingin Kau Tahu sendiri sempat menjadi jawara di chart Indopendent sebuah radio swasta selama satu bulan. Pergantian vokalis otomatis memberikan nuansa baru dalam lagu-lagu Sunset Groove. Mereka telah merekam satu single baru berjudul “Ke Mana Pun Kau Pergi” yang bisa didengarkan di http://www.myspace.com/sunsetgroove. Sambil mendengarkan lagu mereka, cek juga interview Word@Holic_Media dengan Sunset Groove.
Sunset Groove (SG)… kenapa namanya Sunset Groove?
Sunset kan matahari terbenam yang selalu ditunggu-tunggu kehadirannya dan bikin takjub mereka yang liat. Banyak kan orang yang jauh-jauh ke pantai atau gunung cuma buat liat sunset/sunrise. Groove sendiri merupakan part atau bagian dari musik yang ngebikin sebuah lagu enak buat dinikmati. Jadi, kita mau jadi sebuah band yang kehadirannya ditunggu-tunggu, bisa dinikmati dan bikin takjub penikmatnya juga.
Kapan pertama kali SG terbentuk? Sekalian deskripsiin musik kalian ya!
SG terbentuk sekitar awal Februari 2007. Kita mulanya cuma nge-jam aja di kostan, trus kepikiran bikin band dengan materi lagu sendiri karena bosen juga cover lagu orang terus. Lagu pertama yang dibawain pas latian itu Ku Ingin Kau Tahu (lagunya Febi yang sebelumnya masuk album project iseng-iseng anak-anak Broadcasting UI, yang akhirnya jadi single pertama SG).
SG sendiri bermain nada-nada pop dengan fondasi sound musik rock alternative era 90-an. Jadi, kita menyebut musik kita pop rock alternative.
Kalo inspirasi dalam bermusik kalian siapa aja? Boleh dari dalam maupun luar negri!
Inspirasi bermusik banyak banget pastinya. Semua personil punya inspirasi dan influence yang beda-beda, beragam, dan bisa dibilang ga nyambung. Hahaha. Contohnya aja drummer kita (Rio) yang suka Blink 182 sama The Used, kalo Salman suka brit pop, Bandor yang suka alternative rock, dan Tetsu yang suka banget musik dari band-band Jepang, juga Izqie yang terinspirasi dari female soloist dan boyband tapi tetap suka No Doubt dan Cokelat. Jadi, secara ga langsung, itu semua mempengaruhi cara kita dalam bermusik. Tapi untuk menyatukan itu semua, kita sepakat untuk proses bikin lagu di band dengan banyak-banyak denger Alanis Morrisete, Cranberries, Foo Fighters, Radiohead, Cokelat, Oppie Andaresta, sampai Audy, yang bernuansa 90’s pop rock dan modern alternative. Semakin ke sini, influence musik kita semakin luas juga, kita terinspirasi juga dari Paramore, Dashboard Confessional, dll.
Menurut kalian, apa yang lebih penting dari idealisme, popularitas, dan komersialisme dalam bermusik?
Izqie: yang penting have fun!
Bandor: ketiganya harus seimbang, berjalan di atas tali.
Salman: yang paling penting adalah bagaimana memperjuangkan idealisme kita sekaligus “merangkul” industri musik.
Tips menjaga keharmonisan antar personel?
Rio: sering ngumpul pastinya.
Tetsu: komunikasi aja sih. Hal paling sepele tapi penting banget.
Salman: latihan rutin! Dengan latihan rutin, frekuensi ketemuan jadi sering. Di luar band, kita juga sekampus jadi sering nongkrong bareng, bercanda bareng. Kita ngerasa hubungan kita di luar band juga udah lebih dari sahabat, jadi ngejalanin band ini banyak fun-nya.
Bandor: update candaan. Hahaha
Coba kasih pendapat untuk 3 band ini:
1. Cokelat dengan vokalis baru.
Rio: bagus, tapi still Kikan one of the best.
Bandor: tetap bertahan itu susah.. Dan mereka melakukannya.
Izqie: mindset gw Cokelat adalah Kikan, tapi setelah gw denger Sarah, she’s uniquely awesome!
Salman: kehilangan personel adalah hal berat untuk sebuah band. Kehilangan vokalis jauh lebih berat! Karena andil vokalis untuk membentuk image dan karakter band sangat besar. Apalagi untuk Cokelat, image Kikan (baik dari segi sosok dan warna suara) di Cokelat sangat kuat. Banyak yang awalnya meragukan konsistensi mereka sejak ada berita Kikan hengkang. Tapi ternyata, dengan vokalis baru dengan warna suara yang jauh berbeda, Cokelat tetap bisa survive. Musiknya tetap disukai, dan Cokelat tetap dikagumi.
Tetsu: Asik juga tuh. Walaupun Sarah emang pastinya enggak akan bisa gantiin Kikan.. Tapi dia seksi juga.. hahah
2. Anak-anaknya Mouldi (Radja) plus Baim sebagai drummer.
Tetsu: ati-ati, bisa jadi eksploitasi anak tuh. Hahaha
Rio: aji mumpung
Salman: jujur, gw belum tau.
Izqie: yah, namanya juga anak-anak
Bandor: kereennn
3. SM*SH
Bandor: Argghhhhh..
Izqie: gw suka, in Sm*sh we trust!
Tetsu: fenomenal! Menginspirasi gw untuk pengen bergabung dengan mereka. Atau paling nggak bikin boyband tandingan!!! Hahaha (eh, tapi ini serius lhoo!) hahaha
Rio: Justin Bieber wanna be
Salman: untuk semangat dan kerja kerasnya gw salut. Selebihnya, terserah anda.. hehehe
Jika kalian sedang sekarat dan dikasih kesempatan mendengarkan sebuah lagu terakhir sebelum mati, lagu apa yang akan kalian dengarkan?
Salman: hahaha berat nih pertanyaannya.. kalo sekarat gw dengerin pengajian aja deh :D
Rio: Sheila on 7 – Anugerah Terindah yang Pernah Ku Miliki
Bandor: Goo Goo Dolls – Stay with You
Izqie: Any songs from Opick, biar khusnul khotimah x)
Tetsu: Amazing Grace
Punya rencana untuk membuat format full album? Kapan?
Secepatnya!! As soon as possible. Sementara sih masih proses bikin mini album, isi 5 atau 6 album dengan distribusi sendiri. Mudah-mudahan sebelum Maret atau April udah bisa didistribusikan. Amin. Doain aja ya.
Ekspektasi terbesar kalian ke depannya?
Dapet label, bikin album, dan bisa masuk sebagai jajaran band papan atas Indonesia. Amiin. Selalu bareng-bareng, fun, produktif, tetap konsisten melangkah, semakin matang dalam berkarya, ga ada personel yang cabut, dan masa muda jadi kaya raya mati masuk surga.
Saran dan kritik untuk Whc?
Izqie: Carpe diem! Thanks for the quirky questions! :D
Bandor: konsisten terus.. Jangan berhenti terlalu cepat.
Tetsu: Semoga WHC bisa jadi salah satu webzine terbaik yang beda dari webzine lainnya. Spread the spirit to make history, movement, and ge remembered are the things that you should aim for.
Myspace: http://www.myspace.com/sunsetgroove
Twitter: http://www.twitter.com/sunset_groove
Facebook: http://www.facebook.com/sunsetgroove
Booking Management: Edy 0856 874 2425
ps: kami masih berbentuk blog, doakan ya agar bisa menjadi website seutuhnya. kalau mau berkunjung silakan >> Wordaholic Media
Tidak ada komentar:
Posting Komentar