Jumat, 03 Mei 2013

Apa kabar?

Sebuah pertanyaan yang akan dijawab itu-itu saja. Kalau tidak 'baik', 'luar biasa' atau kata lain yang menunjukkan diri seseorang sedang tidak dalam keadaan semestinya..

Apa kabar?
Apa kabar teman-teman yang sedang mengerjakan skripsi?
Apa kabar Bekasi?
Apa kabar Depok?
Apa kabar ayah, ibu dan adik di rumah?
Apa kabar pemuda remaja di gereja?

Sudah hampir tiga bulan saya meninggalkan tanah kelahiran dan tempat pendidikan. Menempuh kehidupan baru di Sulawesi dalam rangka ekspedisi. Ekspedisi yang digagas oleh pasukan khusus milik negri.

Kehidupan berubah drastis. Hari-hari tidak lagi sepi. Sebelumnya, saya memiliki banyak waktu untuk diri saya sendiri. Melakukan apapun juga sudah terbiasa sendiri. Sejak pembekalan, semua itu sirna. Atas nama body system, yang mengharuskan seseorang pergi agar selalu ditemani untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Anjuran ini dimulai di lokasi pembekalan di sudut Cimahi, Jawa Barat. Rumor yang beredar, seseorang bisa saja dibuat tersesat ketika berjalan-jalan sendiri entah itu malam maupun siang hari. Untuk keamanan, saya pun menuruti hal ini. 

Sayangnya, hal ini terus menerus berlanjut hingga kini. Sulit untuk saya pergi sendiri ke mana-mana, terlebih saya ini perempuan. 

Kadang saya merasa seperti kehilangan diri saya sendiri. Terlalu banyak berinteraksi dengan orang lain dengan intensitas tinggi, dari pagi hingga malam hari selalu bersama, sedikit banyak mempengaruhi kebiasaan dan pola pikir saya. Mungkin saya terkonstruksi. 

Saya sudah tidak lagi terjaga hingga matahari terbit. Aktivitas esok hari yang dimulai dari pagi menuntut saya untuk tetap prima. Padahal, saya rindu melakukan aktivitas dari malam hari hingga waktu ayam berkokok. Tidak ada gangguan, sunyi yang membebaskan pikiran. 

Sebelum ekspedisi, menulis juga sering kali saya lakukan ketika langit sudah temaram. Menulis seperti relaksasi, meluapkan emosi. Saya absen terlalu lama untuk menulis perasaan. Buku catatan saya hanya diisi dengan jadwal dan operasional. Paling-paling, sedikit menuliskan apa yang mengganggu pikiran dalam satu dua kalimat singkat. Kadang, satu dua kalimat singkat itu mencuat di jejaring sosial yang berkicau. 

Sudah lah. Semakin lama saya semakin meracau. 

Tulisan ini saya tulis di sebuah warnet dengan koneksi yang menguji kesabaran yang berlokasi di tengah pasar. Ini sehabis jogging sore, kemudian menikmati pantai berbatu dengan latar perbukitan dan anak-anak yang bersemangat main bola. Indah.


Apa kabar diri saya sendiri?
Semoga baik-baik saja. 
Salam dari Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

3 komentar:

  1. Ya udah, hati hati ya kak. hahaha

    BalasHapus
  2. hahahaha thanks ya, la :)
    ayo dikejar skripsinyaaa!

    BalasHapus
  3. apa kabar ojan? juga sering melintasi alam mimpi tanpa henti. ya, sampai ke mimpi.

    salam hangat dari desa pangi, kecamatan suwawa timur, kabupaten, bone bolango, gorntalo. :)

    BalasHapus