
Matahari sudah bersemu jingga di ufuk barat. Beberapa mahasiswa tampak memenuhi kolam kering tempat unjuk kebolehan yang dilengkapi dengan tenda, dekorasi, soundsystem dan peralatan lighting di area Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) atau biasa disebut Teater Kolam (TeKo) karena bentuknya yang memang seperti kolam. FISIP Awards 2010 sedang berlangsung di hari Jumat, 10 Desember 2010, dengan tagline "Berani Berprestasi, Layak Jadi Inspirasi". Acara ini merupakan penghargaan bagi civitas akademika dan orang-orang yang berkontribusi di FISIP UI.
Saya kurang tau acara mulai jam berapa tepatnya. Ketika saya datang, Fellowship of The Dinasour sedang serius menampilkan musik yang menurut saya jarang ada di pertunjukkan seni di TeKo. Mereka sepertinya membawakan musik hardcore, terdengar dari bagaimana vokalisnya bernyanyi (maafkan kalo saya salah menentukan jenis musik kalian). Aliran musik ini jarang saya dengar di Teko, yang cukup sering adalah jazz, pop-rock atau post-rock/shoegaze. Pemenang dari nominasi pun dibacakan bergantian. Penghargaan diberikan kepada dosen, mahasiswa, sampai pegawai FISIP UI. Sebuah apresiasi untuk prestasi yang telah mereka torehkan untuk mereka yang membawa harum makara oranye.
Band lain yang tampil adalah Take Off Band, masih berada di jalur pop dengan vokalis pria bersuara merdu yang menurut saya, penampilan keseluruhannya agak kurang maksimal kecuali di lagu tentang FISIP UI yang sering juara di berbagai kompetisi antarfakultas. Selain itu, ada band Es Krim yang dengan vokalis perempuan dan laki-laki. Penampilan mereka sangat apik dalam membawakan lagu-lagu orang lain maupun lagu-lagu daerah yang diaransemen ulang. Tidak hanya menampilkan pertunjukkan musik semata, kabaret dan akustik dari jurusan Komunikasi juga ditampilkan (sayangnya saya melewatkan penampilan mereka). Satu penampilan yang paling ditunggu-tunggu kaum adam, yaitu battle dance antara Komunitas Tari FISIP dan Kom Dance. Celetukan-celetukan yang cukup menggelitik datang dari pria-pria mengenai penampilan keduanya yang cukup atraktif dan begitu enerjik dengan balutan busana yang bisa dibilang minim ditambah dengan lighting yang mendukung.
Saya kurang tau acara mulai jam berapa tepatnya. Ketika saya datang, Fellowship of The Dinasour sedang serius menampilkan musik yang menurut saya jarang ada di pertunjukkan seni di TeKo. Mereka sepertinya membawakan musik hardcore, terdengar dari bagaimana vokalisnya bernyanyi (maafkan kalo saya salah menentukan jenis musik kalian). Aliran musik ini jarang saya dengar di Teko, yang cukup sering adalah jazz, pop-rock atau post-rock/shoegaze. Pemenang dari nominasi pun dibacakan bergantian. Penghargaan diberikan kepada dosen, mahasiswa, sampai pegawai FISIP UI. Sebuah apresiasi untuk prestasi yang telah mereka torehkan untuk mereka yang membawa harum makara oranye.
Band lain yang tampil adalah Take Off Band, masih berada di jalur pop dengan vokalis pria bersuara merdu yang menurut saya, penampilan keseluruhannya agak kurang maksimal kecuali di lagu tentang FISIP UI yang sering juara di berbagai kompetisi antarfakultas. Selain itu, ada band Es Krim yang dengan vokalis perempuan dan laki-laki. Penampilan mereka sangat apik dalam membawakan lagu-lagu orang lain maupun lagu-lagu daerah yang diaransemen ulang. Tidak hanya menampilkan pertunjukkan musik semata, kabaret dan akustik dari jurusan Komunikasi juga ditampilkan (sayangnya saya melewatkan penampilan mereka). Satu penampilan yang paling ditunggu-tunggu kaum adam, yaitu battle dance antara Komunitas Tari FISIP dan Kom Dance. Celetukan-celetukan yang cukup menggelitik datang dari pria-pria mengenai penampilan keduanya yang cukup atraktif dan begitu enerjik dengan balutan busana yang bisa dibilang minim ditambah dengan lighting yang mendukung.
Tiba saat yang ditunggu-tunggu, penampilan dari band pop-jazz asal Bandung, yaitu Ten 2 Five! Dibuka dengan My World is Full with You, para penonton tampak sumringah dengan alunan musik romantis mereka. Dilanjutkan dengan lagu-lagu hits mereka serta lagu-lagu daerah yang digubah menjadi sangat ear-catching di telinga anak muda. Cukup lama Ten 2 Five tidak terdengar kabarnya, ternyata mereka sedang mengerjakan proyek yang mengusung kecintaan mereka terhadap budaya bangsa ini dengan mengaransemen ulang lagu-lagu daerah dan merekamnya dalam album "I Love Indonesia" yang bekerja sama dengan Circle K. Kabarnya album ini dirilis dalam jumlah terbatas dan mereka dengan sukarela membiarkan lagu-lagu ini diunggah ke internet agar dapat diunduh mereka yang belum sempat membeli album ini. Sebuah cita-cita yang tulus bernafaskan nasionalisme di tengah-tengah krisis jati diri bangsa di kalangan anak muda.
Bagian yang paling menarik dari penampilan mereka di malam penganugerahan FISIP UI adalah duet Imel dan Agung Pamungkas yang merupakan mahasiswa jurusan Hubungan Internasional. Awalnya Imel berkata ingin membawakan lagu duet Ten 2 Five, selanjutnya Imel meminta salah satu dari penonton untuk menemaninya bernyanyi. Kebetulan sekali di barisan depan terdapat dua pemenang beda periode dari Bintang Pop UI (BIPOP UI), yaitu Agung Pamungkas, pemenang BIPOP 2009 (kalau tidak salah ya) dan Edwin, pemenang BIPOP 2010. Penonton pun meneriakkan nama keduanya, namun akhirnya Agung mengajukan diri untuk berduet dengan Imel. Duet dadakan ini sangat luar biasa, meskipun ada beberapa bagian lirik dari yang seharusnya dinyanyikan Agung terlewat, Agung dapat berimprovisasi dengan baik di lagu I Do. Sungguh memukau! Gemuruh tepuk tangan pun tak dapat dielakkan setelah penampilan duet mereka. Imel merupakan vokalis yang cukup komunikatif, beberapa kali ia turun panggung dan mengajak penonton untuk berdiri dan bernyanyi bersama. Penampilan Ten 2 Five ditutup dengan tembang romantis dengan lirik manis yang melambungkan nama mereka, apalagi kalau bukan I Will Fly. Penonton berdiri, bersenandung bersama, dan menikmati malam dengan kembang api yang disiapkan panitia di akhir acara. Terima kasih atas penampilan kalian yang romantis sekaligus nasionalis. Semoga album kalian memberikan kontribusi bagi anak muda Indonesia untuk lebih mencintai bangsanya. Bravo!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar