...mungkin ini yang kau sebut melankolia
hari-hari terasa begitu sepi tanpa ada seseorang di sisi menemani..
pergi ke sana kemari sendiri..
awalnya belajar, kemudian terbiasa, dan akhirnya bosan..
bosan akan kemandirian..
ketika banyak hal yang ingin diceritakan..
tapi siapa yang mau mendengar?
saya lelah..
tidak tau lagi harus bagaimana..
berusaha keras untuk mengusir sepi ini..
dengan berbagai bahan bacaan, produk-produk audio musisi kenamaan, memanjakan mata dengan aneka tontonan, hingga berkeliling naik sepeda untuk sekedar berjalan-jalan..
tetap saja sepi tidak pergi..
mungkin, saya butuh seseorang yang mengerti saya yang saya sendiri belum mengerti diri saya ini bagaimana dan seseorang yang seperti apa..
saya masih menentukan arah untuk melangkah..
dalam perjalanan, saya hanya bisa memandang mobil-mobil yang berseliweran..
selama ini hanya ada saya dan mereka..
tidak ada aku dan kamu..
saat raga ini tidak seprima biasanya, siapa yang peduli?
saat tidak ada kendaraan umum untuk sampai rumah, siapa yang mau tau?
saat ingin marah tetapi tidak bisa, siapa yang mampu meredakan?
saat bulir-bulir air dari indera penglihatanmu berjatuhan, siapa yang akan mengusapnya?
sampai kapan harus seperti ini?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar