biasanya, saya tidak seproduktif ini dalam merangkai kata untuk mengungkap apa yang saya rasa. ya meskipun itu hanya satu dua kalimat dalam situs microblogging kenamaan, yaitu Twitter. berminggu-minggu sebelumnya, saya begitu sulit mengungkap apa yang saya rasa. saya seperti tidak itu apa yang saya rasa, saya tidak mampu mendefinisikan perasaan saya sendiri. bodoh memang. berbeda dengan hari ini, saya cukup merasa puas dengan apa yang saya tulis di akun Twitter saya (@mariaanastasia_) hari ini, merasa bahwa apa yang saya rasakan bisa saya katakan, mereka terepresentasikan oleh rangkaian kata yang saya jalin untuk mereka. beberapa saya akan bagikan di sini.
ketika saya selesai membaca sebuah cerpen:
"Membaca cerpen itu seperti naik jet coaster yang belum tentu sampai pada tempat pemberhentian."
-----------------
tentang menyadari sesuatu:
"Jika kamu tau kalau kamu telah tau, kamu sebenernya tau kalo yang kamu tau nggak seharusnya kamu tau."
"Jika apa yang kamu rasa telah kamu rasa, kamu seharusnya rasa kalo rasa itu seharusnya nggak kamu rasa."
"Apa yang seharusnya sebenarnya tidak seharusnya juga sih."
------------------
dini hari, menjelang pagi:
"Udah jam segini aja. lanjut terjaga atau memejamkan mata?"
(sekitar jam lima pagi)
------------------
tentang memahami:
"Jika kamu berpikir bahwa kamu telah memahami sesuatu sepanjang perjalanan waktu ini, sepertinya itu hanyalah sebuah kenyamanan semu."
"Akhir-akhir ini, terasa seperti ada keterpaksaan yang timbul karena ada pemikiran 'memahami'."
"Sepertinya salah juga ya kalo menulis ttg sesuatu tapi tidak didefinisikan dengan jelas siapa atau apa yang bersangkutan. Multitafsir."
------------------
tentang saya:
"Saya gila. Iya. Yang penting saya bahagia."
(lucunya, ada dua orang yang me-ReTweet kalimat ini. ternyata saya tidak sendirian :p )
------------------
tentang sebuah kata dan kalimat:
"Lama-lama saya jijik dgn kata itu. Benar apa yg ssorg prnh blg, smua sama saja tdk ada bedanya. Ekspektasi brlebih malah bikin sakit hati."
"Satu kalimat yang entah kenapa menarik sekali untuk diucapkan pada situasi tertentu: 'Cukup tau aja kalau begitu..' "
------------------
tentang semua ini:
"Emosi ini kadang menggebu, kadang seringan debu, terbawa ke sana ke mari sampai tak tahu di mana harus beradu."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar