Minggu, 02 Oktober 2011

Secret Admirer

tau apa jawaban saya menanggapi pertanyaan tersebut? saya cuma jawab: #eeaa . lima karakter dengan empat huruf yang menandakan saya bingung mau jawab apa atau saya punya jawaban lebih dari 140 karakter.
minggu dini hari saya menjalankan aktivitas yang menyenangkan tapi kayaknya tiada guna. cek jejaring sosial, cek surat elektronik, ngintip-ngintip akun si ini, lihat-lihat video si itu di Youtube, baca-baca blog si anu. 

MAR!!!!

tiba-tiba terlintas ini di pikiran saya...

saya kok tertampar ya sama pikiran saya sendiri? 
masa belasan saya sudah mau berakhir dan saya masih kayak gini-gini aja. masih jadi secret admirer yang cuma bisa melihat, membaca, dan menikmati seseorang dari kejauhan, dari sebuah layar yang terkoneksi internet tanpa bisa klik reply atau mention via Twitter, bahkan ga pernah punya secuil keberanian untuk memulai obrolan dalam situs yang bikin kaya Zuckerberg atau situs pesan instan yang sudah begitu banyak jenisnya. singkatnya sih cuma bisa stalking.

padahal, kalo ketemu di jalan juga cuma bisa menundukkan kepala dengan jantung yang berdegup tidak karuan dan pas udah jauh baru deh nyari-nyari si dia yang selama ini cuma ada dalam bentuk kata dan gambar di layar yang sering kali dipandangi dalam waktu lama. 
fiuhhhh....

MAR!!!!!

pertanyaan selanjutnya adalah, sampai kapan? 
sampai kapan hidup tidak jelas dengan mengagumi seseorang yang tidak mengetahui kalo dirinya dikagumi (baca: dicari-cari informasi tentangnya, secara rutin dicek linimasanya dan posting-nya di berbagi situs, diamati foto-fotonya, ditelusuri kegiatannya, dan hal-hal lain yang sebenarnya tiada memberi keuntungan bagi si pengagum).

saya juga nggak tau sampai kapan. coba deh tanya sama rumput, siapa tau dia tau. atau tanya sama bulan, kali aja dia bisa ngomong. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar