Saya malah sering membaca ketika magang. Lama dan jauhnya perjalanan saya ke kantor membuat saya memanfaatkannya untuk membaca buku. Terbilang tiga buku yang sudah saya baca, ada yang mengenai kebijaksanaan hidup, perjalanan-perjalanan, dan kumpulan blog jurnalis musik.
Yang terakhir adalah buku yang cukup menarik. Di dalamnya berisi keresahan masa-masa quarter life crisis yang terdiri dari kisah kasih asmara, perkuliahan, pekerjaan, masa depan, pandangannya terhadap isu-isu yang sedang hangat (pada masa ia menulis tentunya), dan ulasan mengenai musik serta jurnalistik.
Gaya menulisnya khas sekali. Kalimat singkat, ala wartawan. Bukan berbunga-bunga seperti penulis fiksi. Memang, buku ini hanyalah kumpulan tulisannya di blog beberapa tahun lalu tetapi sedikit banyak masih relevan dengan kehidupan masa kini.
Penulis buku ini juga dikenal sebagai comic. Seorang stand up comedian. Sebelum membaca buku ini, saya sudah menonton aksinya baik di tv nasional maupun alternatif tv berbasis internet alias Youtube. Juga pernah melihat beliau memandu acara penghargaan untuk musik independen dalam negeri via streaming, Indonesia Cutting Edge Music Awards entah tahun berapa. Melihatnya langsung juga tidak sekali meski tidak pernah menyapa, yaitu ketika saya menghadiri Rolling Stone Release Party Maret 2011 dan konser Avril Lavigne di Balai Kartini.
Aksi panggungnya selalu sukses mengundang gelak tawa. Entah itu mengenai dirinya sendiri maupun sindirannya terhadap apapun dan siapapun yang memang tidak (jarang) tersindir oleh media arus utama. Begitu juga dengan bukunya.
Sudah bisa menebak siapa orang ini? Siapa lagi kalau bukan Soleh Solihun :)
Membaca Celoteh Soleh seperti menyegarkan pikiran. Menggelitik juga mengusik.
Selamat membaca!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar