Hari ketiga puasa, Senin, 23 Juli 2012.
Akhirnya saya ikutan puasa juga. Tutupnya berbagai tempat makan bikin saya ikutan berlapar-lapar ria di bulan Ramadhan ini. Seingat saya, ini puasa pertama saya di 2012.
Sekitar semester empat dan lima saya sering puasa Senin dan Kamis. Di keyakinan saya memang tidak ada kewajiban berpuasa tetapi ibu saya sering kali mengingatkan untuk melakukan hal tersebut. Mulai dari alasan berat badan saya yang selalu naik sampai manfaat puasa yang paling dasar, menahan hawa nafsu.
Sewaktu puasa kita tidak hanya dihadapkan pada nafsu makan dan minum tetapi pada bagaimana kita menahan emosi dan bersikap sesuai dengan ajaran agama yang kita anut. Melaksanakan berbagai perintah-Nya, seperti berdoa dan membaca serta merenungkan kitab suci.
Sepanjang 2012 sampai kemarin, saya absen melaksanakan ibadah sunah yang satu ini. Entah ke mana perginya niat itu. Pernah beberapa kali ingin puasa tapi baru ingat ketika siang harinya.
Hari ini saya kembali puasa. Kalau tidak puasa, kesal sedikit marah lalu mengumpat. Hari ini itu semua harus diredam. Susah memang meredam amarah, tapi inilah tujuannya. Mengajarkan kita untuk tetap bijak menghadapi situasi apapun. Tidak mudah terpancing emosi dan menghadapinya dengan kepala dingin.
Apapun yang terjadi dalam hari-hari saya, tidak lagi saya terlalu khawatirkan. Saya menyerahkannya kepada Dia Sang Pengatur Segalanya.
Saya pun merasakan kedamaian dalam hati dan pikiran. Begitu menyejukkan seperti semilir angin di sore hari.
Semoga aktivitas ini menjadi rutinitas seperti tahun sebelumnya :)
Thanks Mom!
btw, selamat berpuasa ya untuk teman-teman yang menjalankan!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar