Ketika magang, saya dipinjamkan sebuah buku oleh mentor saya di kantor. Buku ini menjadi teman saya selama saya magang, seperti di waktu-waktu senggang pekerjaan, perjalanan 40-50 menit commuter line maupun KRL Ekonomi Stasiun UI Depok - Kota maupun rute sebaliknya.
Buku ini berisi kisah-kisah inspiratif yang mencerahkan. Berasal dari pengalaman pribadi penulisnya, cerita-cerita gurunya kepada dia, maupun kisah dari kitab sucinya yang dikaitkan dengan kehidupan masa kini.
Kehidupan, dalam buku ini, dirangkum dalam 11 bab, diantaranya Kesempurnaan dan Kesalahan, Cinta dan Komitmen, Rasa Takut dan Rasa Sakit, Kemarahan dan Pemaafan, Menciptakan Kebahagiaan, Masalah Kritis dan Pemecahannya, Kebijaksanaan dan Keheningan Batin, Pikiran dan Realita, Kebebasan dan Kerendahan Hati, dan terakhir adalah Penderitaan dan Pelepasan.
Tiap bab terdiri dari 6-15 kisah yang dituturkan secara sederhana namun penuh makna. Tidak sedikit kisah yang jenaka mengundang senyum dan tawa. Semua kisah dalam buku ini sukses membuat saya berpikir ulang mengenai hal-hal yang terjadi dalam hidup. Refleksi sekaligus introspeksi.
Pertama kali membaca judul buku ini, Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya, saya mengernyitkan dahi. Ditambah dengan gambar cacing yang tersenyum bahagia dengan kotoran besar di belakangnya, belum lagi cap best seller di ujung kanan atas. Buku apa ini, tanya saya dalam hati. Akan tetapi, setelah tuntas membacanya, saya yakin kumpulan kisah ini memang layak dibaca.
Penulisnya seorang biksu yang ditempa di hutan Thailand dan kini mengabdikan diri di negara kangguru. Ia sempat bertandang ke Indonesia 25 Pebruari - 4 Maret 2009 lalu. Ajahn Brahm, lengkapnya Ajahn Brahmavamso Mahathera, melalui bukunya berhasil menyebarkan energi positif kepada pembaca. Tidak heran pojok kanan bawah sampul tertulis "Garansi 100% Uang Kembali, jika Anda tidak mendapat manfaat setelah membaca buku ini". Memang, buku ini bermanfaat.
Kutipan kesukaan saya,
"Berpikir bahwa Anda akan bahagia dengan menjadi sesuatu yang lain, hanyalah khayalan. Menjadi sesuatu yang lain hanyalah mengganti suatu bentuk derita dengan bentuk derita lainnya. Namun, saat Anda merasa berkecukupan dengan apa adanya Anda, maka Anda terbebas dari derita"
Terima kasih telah meminjamkan buku ini, Mbak YP ;)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar