Salah satu tahun yang luar biasa dalam hidup. Di tahun ini pula saya mencapai umur bioskop, julukan dari Septia teman setia dalam pendakian, untuk umur yang baru saya pijak di akhir tahun lalu dengan tanggal rangkaian nol, satu, dan dua. 21 di 20-12-2012.
Di umur keduapuluh awal, cukup puas dengan indeks prestasi semester lima yang melambung jauh dari pendahulunya. Diikuti dengan liburan yang menyenangkan di bagian paling barat Pulau Jawa. Sebuah perjalanan yang berpengaruh besar dalam berbagai lini kehidupan di bulan-bulan berikutnya.
Dari perjalanan di awal tahun, saya bertemu dengan manusia-manusia luar biasa. Tuhan sepertinya memiliki rencana besar di balik semua ini. Manusia-manusia ini pula yang mengantarkan saya ke beberapa titik tertinggi di tanah Jawa, menyusuri tepian di bagian selatan, mengarungi deras arus sungai, merasakan adrenalin dari ketinggian dengan bergantung di sling, dan sukses mendaratkan kaki saya di bumi Andalas. Terima kasih Tuhan telah mempertemukan saya dengan manusia-manusia luar biasa ini.
Kewajiban kuliah selain belajar di kelas jatuh di tahun ini. Kewajiban minimal enam minggu ini harus dilaksanakan untuk menunjang perkuliahan dan menambah pengalaman. Bekerja di sebuah harian dengan berita kriminal yang dominan membuat saya berhadapan dengan penegak hukum, pelaku, korban, dan masyarakat yang bereaksi atas penyimpangan yang terjadi. Sayangnya, penyusunan laporan tidak berjalan dengan baik. Nilai akhir tak sesuai harapan tetapi pengalaman akan selalu menjadi cerita berharga. Terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu dalam kegiatan magang saya.
Hubungan antarmanusia tak selalu mulus. Ada yang patut dipertahankan, direnggangkan atau biarkanlah pupus. Bijaklah membuat keputusan meski akan berdampak pada perasaan. Semoga beberapa keputusan, tidak saya sesalkan kemudian. Terima kasih untuk kalian yang telah hadir dalam hidup saya. Teman-teman yang saya pertahankan maupun yang perlahan saya tinggalkan. Untuk semua itu saya punya alasan.
Mendekati jumlah kredit semester untuk lulus, saya memberanikan diri mengambil tugas akhir di semester tujuh. Meski pada akhirnya, tugas tersebut tak terpenuhi. Teman sejawat pun banyak yang mundur. Namun, empat orang lolos menjadi S.Sos. Selamat! Mungkin, kita bisa bersama-sama memasuki perkuliahan tetapi belum tentu memakai toga di waktu yang sama. Sukses ya kehidupan setelah kelulusan! Kini, giliran saya untuk berjuang.
Beberapa tahun belakangan, saya merutuki masa ujian yang belum juga berakhir ketika hari kelahiran Sang Juruselamat. Merusak konsentrasi persiapan perayaan. Desember sering kali tak terasa seperti Desember karena tugas menjelang ujian dan ujian akhir itu sendiri. Tahun ini saya menyiasatinya dengan mendengarkan lagu-lagu natal ketika berangkat ke kampus, mengerjakan tugas, dan di perjalanan pulang ke rumah. Semangat natal itu kembali. Belum lagi kontribusi di kepanitiaan natal tahun ini. Rasanya indah sekali.
Dua puluh satu di dua ribu tiga belas. Karya akhir sebagai mahasiswa terlihat jelas. Semoga diberi kekuatan dan ketekunan dalam mengerjakannya. Mari kita berjuang, teman-teman!
Hampir lupa, saya juga merencanakan beberapa perjalanan. Semoga terwujudkan.
Tulisan ini merangkum 2012 untuk mengawali 2013 yang sudah lewat beberapa belas hari. Sulit memulai, sulit juga mengakhiri sebuah tulisan. All I can say is the new chapter of life has just begun. Struggle for our dreams. Make it come true yet stay true to ourselves!
nice mar...
BalasHapus