Maafkan kalau bosan.
Rasa-rasanya kalau tak berkisah tentang yang tugas besar yang satu ini, ada resah yang tak kunjung musnah. Mungkin, setiap habis bimbingan dan akan memulai untuk mengerjakan si kesayangan yang satu ini, saya akan menuliskan perihal tentangnya terlebih dahulu di halaman ini.
Bagaimana tidak dia disebut kesayangan? Setiap beranjak tidur sampai terbangun dari kasur, hal yang pertama saya pikirkan hanya dirinya seorang. Bagaimana saya akan merevisinya hingga sesuai dengan kriteria ilmiah untuk segera lulus kuliah.
Minggu ini sudah masuk bimbingan kedua. Ternyata saya tidak cukup baik menangkap maksud dari dosen pembimbing di minggu yang lalu. Revisi lagi. Katanya saya miskin data. Data-data terkait skripsi sepertinya data-data unpublished. Sulit ditemukan di dunia maya. Hari ini saya menghubungi salah satu mahasiswa S2 yang berkecimpung di sebuah organisasi jurnalis. Tahun lalu saya dikirimkan draft yang terkait erat dengan skripsi saya. Sayangnya, masih draft. Untuk laporan finalnya, saya diminta menghubungi secara resmi ke kantor organisasinya. Duh. Tapi ya semoga dimudahkan. Doakan ya.
Hari ini randomly saya ke perpus pusat untuk sekedar cari jurnal. Biasanya saya ke perpus pusat untuk pinjam buku saja, cari jurnal bisa di sekret RTC. Teman saya bilang, jangan di kosan terus, cari suasana baru. Akhirnya saya berencana cari jurnal di ruang baca lantai 3. Saya parkir motor di perpus pusat, ke perpus jurusan untuk mengembalikan buku, kemudian entah kenapa pengen duduk-duduk sebentar di taman melingkar. Biasanya dari pintu yang dekat rektorat saya langsung masuk lobby dan segera ke lift. Di Aula Terapung ada acara. Pembicaranya Kak Seto dari Komisi Nasional Perlindungan Anak. Kebetulan yang tak terduga, skripsi saya berkaitan dengan anak. Saya pun masuk ke lokasi acara. Sekitar 15 menitan duduk, Kak Seto sudah selesai berbicara di depan. Acaranya memang sudah mulai dari satu jam yang lalu, sekitar jam 15.00 sementara saya baru datang pukul 16.00. Saya mengejar Kak Seto dan memberikan draft skripsi saya, sekaligus menanyakan apakah Komnas PA punya data terkait skripsi saya. Namun, Kak Seto sepertinya terburu-buru. Beliau memberikan nomor teleponnya agar saya bisa buat janji kalau ingin diskusi. Senang sekali. Sosok yang sering kali dimintai saran untuk kasus-kasus terkait anak sempat bilang topik skripsi saya menarik. Saya tersenyum dalam hati. Kata-katanya memompa semangat saya. Terima kasih, Kak Seto!
Ayo semangat mengerjakan skripsi! :)
#kisahskripsi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar