Tersimpan rapi dalam catatan di telepon genggam.
Tertanggal 4 Desember 2013..
Garis itu hanya tahap.
Sebuah tanda untuk jenjang selanjutnya.
Garis mati.
Yang acap kali ditetapkan institusi.
Kadang tanpa kompromi.
Tak sulit untuk membuat siapapun depresi.
Garis yang merintangi...
Garis yang harus dilewati...
Meski dengan berat hati...
Tak bisa kita bertahan di satu titik terus.
Berada dalam kawasan tanpa gangguan.
Yang memang melenakan.
Namun...
Apakah harus garis itu dituruti terus?
Seperti kerbau pembajak sawah.
Ditarik terus hingga lahan gembur.
Tanpa hiraukan betapa lelah dan bosannya ia terhadap pekerjaan itu..
Kerbau bisa saja berontak.
Berlari meninggalkan alat bajak.
Mencari kehidupan yang lebih layak.
:) sangat menginspirasi
BalasHapus