Selasa, 23 Agustus 2011

CHI: Tetap Tenang di Rumah Selama Masih Ada Majalah

cerita hari ini sepertinya tidak semenarik CHI edisi sebelumnya. saya tidak beranjak selangkah pun dari rumah, ke warung pun tidak. hanya sesekali ke kamar mandi, melihat sepintas ke televisi, mematikannya, menggantikannya dengan produk audio berupa channel radio The Now Generation, dan melahap artikel-artikel di dua majalah.

saya kembali tidur dini hari. entah kenapa siklus tidur saya didominasi tidur di kala fajar menjelang yang menyebabkan saya baru bisa bangun ketika orang-orang kantoran sedang makan siang. rencananya hari ini ibu dan saya akan membantu tante saya yang sedang kewalahan membuat penganan-penganan khas Lebaran. meski tidak membuka toko, setiap Lebaran tiba, tante saya selalu menerima pesanan yang cukup melimpah. sayangnya, ibu saya masih ada urusan kantor yang harus diselesaikan hari ini. jadilah, saya ditinggal di rumah.

seingat saya, mimpi saya cukup seru dan mengesankan. saya sempat menggali lebih dalam mengenai alur mimpi saya ketika saya terbangun. akan tetapi, beberapa jam setelahnya saya lupa sama sekali. payaahhh :(

saya mengecek beberapa pesan yang masuk. kemudian saya balas semuanya. akun microblogging pun tidak ketinggalan untuk saya cek, kalau akun jejaring sosial ciptaan Zuckerberg sih cukup saya cek via laptop saja.

sehabis makan siang, makan sore lebih tepatnya karena sekitar jam 4 saya baru makan, saya tidak ada ide mau melakukan apa. tercetus ide untuk menyeterika baju-baju saya sendiri supaya kalau mau pergi tidak perlu kerepotan lagi. sambil menyeterika, saya mendengarkan 101.4 Trax FM Jakarta, selalu suka dengan playlist mereka. pukul 6 petang, ada band SORE yang tampil live di program Kompak Kampus membawakan beberapa hits mereka. entah dalam rangka apa, saya kurang memperhatikan. lama band ini tidak terdengar kabarnya. saya pernah melihat penampilan mereka ketika saya menjadi panitia acara kampus saya, Bioact. album SORE yang bertajuk Centralismo merupakan album terbaik nomor satu tahun 2008 versi Majalah Rolling Stone Indonesia. selain itu, masih dengan album yang sama yang dirilis oleh Aksara Records, masuk dalam deretan ke 40 dari 150 Album Indonesia Terbaik versi majalah Rolling Stone Indonesia juga pada tahun 2007.


(Centralismo via deathrockstar.info)

selesai memberikan panas kepada helai-helai pakaian saya dan merapikannya, saya membaca majalah yang sebenarnya untuk remaja laki-laki. daripada majalah perempuan, saya lebih memilih majalah ini. saya menyukai rubrik-rubrik yang ada di dalamnya dan gaya penulisan majalah ini yang ringkas tetapi kaya akan informasi. majalah ini adalah HAI! beberapa waktu sebelumnya saya sudah membaca HAI, hari ini saya menuntaskan membaca semua artikel yang ada di dalamnya. ada ulasan tentang Blink 182 yang sedang menyiapkan album terbaru mereka, liputan konser Incubus dan B.o.B, review gadget yang menggiurkan untuk dibeli, review album-album terbaru, dan berbagai artikel menarik lainnya.

tuntas melahap HAI, saya beralih ke majalah yang mengusung musik sebagai koridor utama. untuk majalah ini, saya harus berkonsentrasi penuh membaca setiap artikelnya, terlebih untuk feature. kemarin-kemarin, saya sudah membaca artikel yang bukan feature, ketika sampai halaman yang ada feature-nya saya berhenti dan enggan melanjutkan. baru hari ini saya mulai membaca majalah ini lagi. saya selalu mengernyitkan dahi dan membaca kembali paragraf atau kalimat yang tidak saya mengerti. butuh tenaga ganda memang untuk membaca feature, tetapi saat saya mengerti paragraf atau kalimatnya, senyum menghiasi wajah saya. kali ini, kernyitan dahi berkurang dan senyum memiliki porsi yang lebih banyak. agaknya saya sudah mulai terbiasa membaca feature di majalah ini yang hanya berbeda dengan satu huruf dengan band legendaris dunia, Rolling Stone.

saya belum tuntas membaca Rolling Stone edisi bulan Agustus ini, yang juga bertepatan dengan bulan puasa. sampul majalah ini cukup bisa dibilang berani dengan Katy Perry yang berbusana minim. dari yang sudah saya baca, saya bangga dengan musisi-musisi Indonesia yang terus berjuang di tengah musik arus utama untuk terus berkarya bahkan sampai ke melanglang buana melintas benua. Protocol Afro, Bangkutaman, dan Hollywood Nobody tampil di Baybeats Festival pada 19-21 Agustus kemarin. Baybeats Festival merupakan festival tahunan di Singapura yang menampilkan band-band independen di kawasan Asia. tidak hanya itu, masih ada Cupumanik, band grunge asal Bandung, terpilih untuk mewakili Indonesia di festival musik alternatif internasional, Envol et Makadam, di Kanada pada 29 September hingga 1 Oktober mendatang.

kenapa saya harus memulai paragraf baru untuk band yang satu ini? karena mereka memang spesial. Gugun Blues Shelter, band yang berhasil menyingkirkan 168 pesaing mereka di tanah air kemudian dinobatkan menjadi wakil Indonesia dalam ajang Hard Rock Cafe Global Battle of the Bands. perjuangan masih belum selesai, Gugun Blues Shelter ternyata masih harus diberi penilaian dan diseleksi dengan 68 band dari manca negara yang juga berkompetisi untuk dapat tampil di festival Hard Rock Calling. Pete Wentz (eks- Fall Out Boy) dan gitaris Steven Van Zandt (Bruce Springsteen dan the E Street Band) telah mengambil keputusan yang mengantarkan Gugun Blues Shelter ke Festival Hard Rock Calling 2011 di Hyde Park, London yang digelar 24-26 Juni 2011 lalu. Festival ini tidak main-main, line-up artisnya saja The Killers, Bon Jovi, Rod Stewart, Kaiser Chiefs, Ray Davies, Bon Jovi, Rod Stewart, Stevie Nicks, Rumer, Adam Ant, Train, dan masih banyak lagi yang bisa dicek di sini. Gugun Blues Shelter tampil di panggung utama di hari terakhir, sepanggung dengan Rod Stewart yang tampil malam harinya. Gugun Blues Shelter tampil siang hari sebagai band pembuka.

(Gugun Blues Shelter di Majalah Rolling Stone Indonesia)

yang patut disayangkan adalah kurangnya sorotan media akan prestasi mereka yang membanggakan ini. saya penasaran dan sempat nge-tweet, mempertanyakan apakah ada televisi yang menayangkan liputan Gugun Blues Shelter tampil di London. kemudian akun Gugun Blues Shelter dan salah satu personilnya mention saya (padahal saya tidak mention ke akun Twitter mereka), memberitahu bahwa ada satu televisi swasta yang akan menayangkan mereka. itu pun sekitar jam 1 malam. bagi yang penasaran dengan penampilan mereka di Hyde Park bisa cari video mereka di Youtube dan kalau ingin tahu cerita lengkap di mereka bisa membacanya Rolling Stone bulan ini yang ditulis oleh Wendi Putranto.



sekarang kita sudah sampai di penguhujung CHI. saat ini, jam menunjukkan pukul 2 lewat 10 menit. selamat sahur bagi yang menjalankan ibadah puasa, saya sendiri pamit tidur. salam CHI!! :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar