Hari Minggu lalu dan menjelang tadi sore saya melihat sekumpulan serangga terbang di udara. Saya terdiam beberapa saat. Sepertinya sudah lama sekali saya tidak melihat mereka. Langit tidak terlalu cerah, saya menunggu bis kuning di bawah pohon dekat shelter sepeda kutek. Pandangan saya tentu ke arah datangnya bis kuning dari kukel. Tidak jauh dari pandangan saya, capung-capung melayang-melayang di atas semak berwarna hijau dan tumbuhan lain berwarna merah gelap.. Siang menjelang sore itu mendadak syahdu.
Sekejap saya terdiam. Mematung. Pikiran saya ikut terbang jauh ke masa di mana saya suka berusaha menangkap mereka. Meskipun lebih sering gagal dan kelelahan berlari-larian mengejar makhluk kecil bersayap itu. Berbagai cara saya dan sepupu saya lakukan untuk menangkap serangga purba itu. Rumah kakek saya, berhalaman belakang kebun dan kolam. Di bagian depan ada pohon jambu dan mangga berusia tahunan. Tempat favorit kumpul keluarga besar baik Lebaran, Natalan, Tahun Baruan dan berbagai acara makan-makan atau sekedar bersilahturahmi. Rumah di mana ibu saya dibesarkan. Begitu juga dengan saya yang sering sekali dititipkan di sana ketika kedua orang tua mencari nafkah. Sekarang rumah itu lenyap, runtuh bersama kerakusan segelintir manusia.
Ah, lamunan saya buyar karena bus yang gagah itu menghampiri. Janji diskusi tentang skripsi ini tidak bisa diabaikan. Padahal saya masih ingin berlama-lama menikmati capung yang sukses membuat saya bernostalgia dan sedikit lupa tentang kekisruhan hidup ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar