Rabu, 31 Desember 2014

2014

2014. Tahun yang terlewat begitu cepat. 

Merangkum tahun yang begitu berat untuk dijalani. Pertanyaan yang selalu terbit tiap bertemu dengan siapapun itu. Lama-lama bosan juga menjawabnya. Basa-basi atau memang benar sebuah atensi?

................

Terlibat dalam sebuah aktivitas di timur pulau paling subur negeri ini. Ekspektasi kembali membuat gigit jari. Waktu itu memang tak menyangka dengan hasilnya. Tapi kalau sekarang dipikir kembali, memang tak harus berkecimpung lebih lanjut dengan penggagas aktivitas itu. Akhirnya, sadar bahwa jika terlibat lagi berarti mulai dari awal dengan individu yang memang tak juga sepikir sejalan. 

Melanjutkan kehidupan di bidang pendidikan yang sempat terabaikan. Di tengah perjalanan, sesuatu yang tak terduga terjadi. Menghambat pelaksanaan dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Kesalahan diagnosa mengakibatkan pemulihan yang memakan waktu. Mengganti pendiagnosa pada bulan kedua merupakan solusi. Sekitar seminggu sudah kembali seperti sediakala. 

Waktu berjalan terus. Institusi menentukan batasan. Fisik tak bisa dipaksakan. Pemulihan terjadi menjelang batas yang ditentukan institusi. Sementara, proses itu masih belum selesai. Hidup harus berjalan terus meski ada harapan yang tergerus. 

Tak bisa ke mana-mana. Tengah tahun harusnya bisa berkelana. Nyatanya, hanya berkutat dengan pustaka dan data. Terjauh hanya kelana ke bumi parahyangan. 

Mulai pertengahan tahun, bangkit untuk terus melanjutkan hidup. Melanjutkan apa yang belum diselesaikan. Sebuah kewajiban. Melewati jalan berliku dan berbatu. Hampir menyerah di akhir waktu tapi niat itu diurungkan. Berbuah sebuah tanda tangan halaman depan. Mengantarkan pada sebuah ruangan dengan proyektor dan orang-orang terhormat. Apa daya, nasib berkehendak lain. Orang-orang itu masih harus saya temui di tahun depan untuk menunaikan kewajiban. Mungkin segera setelah gelaran akbar perguruan, saya akan kembali berhadapan dengan orang-orang itu.

..................

Berawal dengan jalinan yang baik namun berakhir begitu saja kah? Berbulan sudah setelah sambungan itu usai. Tak lagi saya temukan eksplanasi. Rasa tak lagi berharga. Sia-sia. Senandung elegi mengiringi hari-hari. Kamu tak perlu tahu. Memang, kamu juga tak mau tahu. Seperti terjebak dalam permainan yang kamu susun, berakhir tersesat dalam labirin tak berujung.

...................

Hidup memang harus berjalan terus.
Melanjutkan hidup. Menyelesaikan kewajiban. Membangun cita-cita yang tertunda sekian lama. Tak usah pedulikan apa kata orang. Tak semua yang mereka ucapkan relevan dan berkenan. Kini, fokus pada satu titik untuk melanjutkan ke titik berikutnya. 

Selamat tinggal 2014, selamat datang 2015. 
Semoga tahun baru memberikan suntikan semangat baru. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar