Sekitar delapan bulan saya menjadi pekerja tetap pada sebuah lembaga pemerintah. Menyenangkan awalnya namun dari tengah hingga akhir sungguh menggelisahkan. Ada hal-hal yang mengusik prinsip hidup. Hal-hal yang tak lagi bisa saya toleransi. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk berhenti sejak akhir Maret 2017.
Keputusan ini berat sesungguhnya. Gaji yang saya terima telah saya belikan berbagai perlengkapan kopi yang tidak bisa dibilang murah. Oleh karena itu, tabungan saya terbilang kosong. Hanya ada penghasilan bulan Maret untuk bertahan hidup. Keputusan berhenti kerja saya sudah tak bisa diganggu gugat. Apapun konsekuensinya harus saya terima. Meski kini terasa begitu berat.
Tepat beberapa hari sebelum saya mengundurkan diri, seorang teman musisi meminta saya untuk membantu mencari event untuk bandnya. Kami dulu pernah bernaung di band yang sama, Sunset Groove, di mana saya berperan sebagai manajer band dan ia vokalis. Sunset Groove, meski sudah mengeluarkan album digital, sekarang vakum karena kesibukan masing-masing. Vokalisnya, Izqie, membentuk band baru bersama suami bernama Mama Beat.
Inilah secercah harapan baru bagi saya. Dunia musik yang saya tekuni bersama Sunset Groove sejak 2010 kembali menghampiri. Dunia yang selalu membahagiakan saya. Entah kenapa saya selalu bersemangat menjalani pekerjaan ini. Mencari klien, bernegosiasi, menyusun dan menandatangi perjanjian, mengatur jadwal latihan, mendata perlengkapan yang dibutuhkan, update media sosial hingga pada hari H mempersiapkan segalanya dari check sound sampai konsumsi para personil. Ketika band saya tampil, ada rasa bangga dalam diri karena apa yang sudah saya persiapkan berjalan lancar di atas panggung.
Kebahagiaan itu berakhir setelah saya melakukan ekspedisi ke salah satu pulau paling utara di negeri ini. Hampir setengah tahun menghabiskan waktu di sana hingga akhirnya semua koneksi di dunia musik putus komunikasi. Personil pun sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Waktu untuk latihan semakin sulit untuk disiasati. Saya juga harus berjuang menyusun skripsi di tahun itu, 2013.
Kini, kesempatan itu datang lagi. Saya tidak ingin menyia-nyiakannya. Sebuah pekerjaan yang selalu saya impikan sejak dulu. Menjadi bagian dari dunia musik. Mimpi tur keliling kota-kota di Indonesia, melihat band saya kelola tampil di televisi, lagu-lagunya didengar di radio, beritanya dimuat di surat kabar, karyanya diapresiasi, dipajang di toko CD maupun digital dan banyak orang membicarakannya.
Baru-baru ini, kesempatan baru terbuka lagi. Berkenalan dengan seorang musisi orkestra. Kami memutuskan untuk bekerja sama. Orkestra sendiri adalah sebuah hal baru bagi saya. Melihatnya yang sudah berkecimpung lama di dunia musik klasik, saya percaya bahwa ia dapat diandalkan. Saya pun akan terus belajar menekuni dunia musik yang maha luas ini. Hal yang harus dilakukan adalah saling mendukung satu dengan yang lain. Saya masih harus terus berjuang mewujudkan mimpi ini. Semoga semesta merestui. Oh Tuhan, tolong kuatkan untuk melewati ruas jalan yang telah hamba-Mu pilih ini. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar